Kita mulai di stasiun. Rumahku dulunya di belakang stasiun ini, jadi stasiun lebih merupakan taman bermain daripada tempat datang dan pergi. Naik-naik di loko raksasa tua yang hitam legam. Mendaki tumpukan kayu bakar. Dorong-dorongan lori beberapa puluh meter. Kejar-kejaran dengan Polsuska di terowongan bawah tanah. Nggak jauh beda dengan sekian tahun kemudian, selain lorongnya udah dicat.


Selamat Datang di Malang


Lorong Bawah Tanah


Pengintai B


Pengintai A