Kita mulai di stasiun. Rumahku dulunya di belakang stasiun ini, jadi stasiun lebih merupakan taman bermain daripada tempat datang dan pergi. Naik-naik di loko raksasa tua yang hitam legam. Mendaki tumpukan kayu bakar. Dorong-dorongan lori beberapa puluh meter. Kejar-kejaran dengan Polsuska di terowongan bawah tanah. Nggak jauh beda dengan sekian tahun kemudian, selain lorongnya udah dicat.

Selamat Datang di Malang

Lorong Bawah Tanah

Pengintai B

Pengintai A

Koen gak weruhne koen AREMA juga tho…
Halokes SMA orip Koen, lanek karo TP Astjarjo di GKP kadit….???? Dia tuh kera Gading Kasri ….. alumni Pamtekek 78 pada ayas teka Kidul Dalem Ngalam
Comment by W3LLY — March 3, 2006 @ 9:49 am