


Ngintip Tugu

Taman Air

Jajan Pasar

Restoran

Koleksi Kopi

Tugu dan Balaikota

Kayutangan

Katedral

Brantas



Kenapa harus pergi jauh untuk mencari diri, mencari hati, mencari jiwa? Akhirnya kita damai dengan perasaan bahwa hidup tidak berawal di sejarah yang hilang di masa lalu, tapi berasal dari sebuah permainan yang kita asyiki dari awal. Permainan yang menarik, sekaligus menegangkan, karena hati kita ikut dipertaruhkan.
Kita mulai di stasiun. Rumahku dulunya di belakang stasiun ini, jadi stasiun lebih merupakan taman bermain daripada tempat datang dan pergi. Naik-naik di loko raksasa tua yang hitam legam. Mendaki tumpukan kayu bakar. Dorong-dorongan lori beberapa puluh meter. Kejar-kejaran dengan Polsuska di terowongan bawah tanah. Nggak jauh beda dengan sekian tahun kemudian, selain lorongnya udah dicat.

Selamat Datang di Malang

Lorong Bawah Tanah

Pengintai B

Pengintai A